Larangan Mencium Ketika Bertemu

Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullah menerangkan di dalam Ash-Shahihah 1/251: Dari Anas radhiyallahu ‘anhu ia berkata, seseorang berkata: “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, seseorang dari kami bertemu dengan temannya, apakah dia menunduk untuknya? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak.” Ia berkata, “Dia memeluk dan menciumnya?” Beliau bersabda, “Tidak.” Ia berkata, “Dia menjabatnya?” Beliau bersabda, “Ya, kalau dia mau.” [1]

Yang benar, hadits ini nash tegas tentang tidak disyariatkannya mencium tatkala bertemu, tetapi tidak masuk dalam hal ini mencium anak-anak dan isteri.

Sumber: Fiqih Pilihan Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah karya Mahmud bin Ahmad Rasyid (penerjemah: Al-Ustadz Muhammad Fuad Qawam Lc.), penerbit: Pustaka Salafiyah hal. 306.

________________
[1] Lihat Ash-Shahihah no. 160.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s