Hukum Makan dan Minum Sambil Berdiri

Dalam Al Fatawa (XXXV/240) Ibnu Taimiyyah rahimahullah ditanya: Tentang makan dan minum dengan berdiri, apakah hal itu halal ataukah haram ataukah makruh tanzih (makruh yang lebih baik ditinggalkan)? Dan bolehkah makan dan minum di jalanan sambil berjalan, jika seseorang memiliki udzur (halangan) seperti halnya musafir?

Beliau rahimahullah pun menjawab:

Adapun jika disertai udzur (halangan) maka tidak apa-apa. Sungguh telah tsabit bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam minum dari air zam-zam, sedangkan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dalam keadaan berdiri. [1]

Karena tempatnya tidak memungkinkan untuk digunakan duduk, adapun jika tidak disertai adanya keperluan maka dimakruhkan. Sebab telah shahih bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melarang perbuatan itu. [2]

Dengan perincian ini, tercapailah penggabungan antara nash-nash tersebut. Wallahu a’lam. [3]

[Diambil dari buku Mutiara Fatwa dari Lautan Ilmu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, disusun dan dita’liq oleh Abdullah bin Yusuf Al ‘Ajlan. Penerbit: Cahaya Tauhid Press, hal. 89-90]

__________________
[1] HR. Bukhari X/XVIII no. 5617, Muslim 2027, Tirmidzi 1882, Ibnu Majah 3422.

[2] HR. Muslim (2024-2025-2026), Abu Dawud3717, Tirmidzi 1879-1881, Ibnu Majah 3424, Ahmad III/199-291, 250.

[3] Lihat Al Fath X/84, Zaadul Ma’ad I/149.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s