Perintah Membunuh Cecak

Membunuh cecak hukumnya diperbolehkan oleh syariat bahkan hal ini diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Al-Bukhari telah meriwayatkan dari Ummu Syuraik radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memerintah untuk membunuh cecak. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Karena cecak ketika itu menghembus-hembus (api yang membakar) Ibrahim.”

Al-Imam Muslim pun meriwayatkan hadits seperti ini. [1]

Al-Imam Ahmad telah meriwayatkan dari Aisyah bahwa ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Bunuhlah cecak, karena ia telah menghembus-hembus api yang membakar Ibrahim.”

Nafi’ (perawi) berkata, “Lalu Aisyah biasa membunuhnya.” [2]

Al-Imam Ahmad pun telah meriwayatkan bahwa ada seorang wanita menemui Aisyah, ternyata (di rumahnya) terdapat sebuah tombak pendek yang berdiri. Maka ia bertanya, “Untuk apa tombak ini?” Aisyah pun menjawab, “Kami memakainya untuk membunuh cecak.” Lalu Aisyah menyebutkan hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Bahwasanya ketika Ibrahim dilemparkan ke dalam api, maka mulailah semua hewan melata berusaha memadamkannya, kecuali cecak. Karena sesungguhnya cecak itu menghembus-hembus api yang membakar Ibrahim.” [3]

Juga, Al-Imam Ahmad telah meriwayatkan dari Sa’ibah maulah (bekas budak perempuan) Al-Fakih bin Al-Mughirah, bahwa ia berkata, “Aku pernah menemui Aisyah, lalu aku melihat di rumahnya terdapat tombak pendek yang tergeletak.” Maka aku bertanya, “Wahai Ummul Mukminin, apa yang engkau lakukan dengan tombak ini?” Aisyah menjawab, “Tombak ini untuk membunuh cecak, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengatakan kepada kami:

‘Bahwasanya ketika Ibrahim dilemparkan ke api, maka tidak ada di bumi ini seekor binatang melata pun melainkan berusaha memadamkan api darinya, kecuali cecak, ia (bahkan) menghembus-hembus (api yang membakar)nya.’

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintah kami untuk membunuhnya.” [4]

Diambil dari: Kisah Para Nabi ‘Alaihimas Salam karya Al-Imam Al-Hafizh Ibnu Katsir, penerbit: Pustaka Sumayyah hal. 167-168, dengan sedikit perubahan.

__________________
[1] Lihat kitab Shahih Al-Bukhari (3359) dan lainnya, serta Shahih Muslim (2237).

[2] Lihat kitab Musnad Ahmad (6/200).

[3] Lihat kitab Musnad Ahmad (6/217).

[4] Lihat kitab Musnad Ahmad (6/89, 109). Lihat pula kitab As-Silsilah Ash-Shahihah (1581) dan Shahih Al-Jami’ (1524) karya Al-Albani rahimahullah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s