Adab-adab Menguap

Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu menjelaskan adab-adab ketika menguap di dalam shalat:

• Hendaknya ia tahan sembari menutup mulutnya. Hal ini berlandaskan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,

“Jika salah seorang dari kalian menguap dalam shalat, maka tahanlah semampunya, karena sesungguhnya syaithan berusaha untuk masuk.” (HR. Muslim)

• Meletakkan tangannya pada mulutnya, agar syaithan atau serangga tidak masuk berdasarkan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam,

“Jika salah seorang di antara kalian menguap, hendaklah ia letakkan tangan pada mulutnya, karena sesungguhnya syaithan akan masuk.” (HR. Muttafaqun ‘alaihi)

• Menahan agar tidak bersuara, berdasarkan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam,

“Jika salah seorang di antara kalian menguap maka tahanlah semampunya, karena sesungguhnya salah seorang dari kalian jika bersuara: haa…, membuat syaithan tertawa.” (HR. Bukhari)

Yang dimaksudkan “haa” yaitu suara yang muncul dari orang yang menguap tatkala membuka mulutnya.

Sumber: Salah Kaprah yang Mesti Diluruskan karya Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu, penerbit: Pustaka Salafiyah, hal. 95-96 (dengan sedikit perubahan).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s