Hukum Bepergian bagi Perempuan untuk Ceramah dan Mengajar

Soal : Apabila seorang wanita diminta untuk menyampaikan ceramah di kalangan kaum wanita atau mengajar mereka yang tidak terdapat di dalamnya ikhtilath di berbagai tempat yang jauh atau yang dekat, apakah sepantasnya bagi wanita tersebut untuk memenuhi permintaan tersebut?

Jawab :

Bepergian tanpa mahram atau bersama mahram ke suatu negeri atau tempat dalam rangka berdakwah di jalan Allah (dengan ungkapan: “Syaikhah telah datang, Syaikhah telah pergi ” dan seterusnya), perjalanan model seperti ini tidak pernah terjadi di zaman salafush sholeh.

Adapun dia keluar ziarah atau umroh atau berobat kemudian di sela-sela waktu tersebut dia berkenan untuk menyampaikan ceramah atau dakwah maka hal yang demikian ini perkara yang baik. Semoga Allah membalasnya dengan kebaikan.

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلاً مِمَّنْ‏‎ ‎دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ‏‎ ‎صَالِحاً وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ‏‎ ‎الْمُسْلِمِينَ

“Siapakah yang lebih baik ucapannya dari pada orang-orang yang menyeru kepada jalan Allah dan mengerjakan amal-amal sholeh dan berkata sesungguhnya aku termasuk orang-orang berserah diri.” (Fushilat: 33)

Akan tetapi sebagian wanita bermudah-mudahan dalam masalah ini, sehingga anda dapati mereka menyetir mobilnya atau mengambil sebagian mahramnya untuk menemaninya bepergian dari satu tempat ke tempat yang lain atau dari satu negeri ke negeri yang lain dalam rangka berdakwah. Ini adalah perkara yang sepantasnya dijauhi dan dihindari sebab Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam berkata kepada istri-istri beliau radhiallahu ‘anhunna : “Haji kalian bersamaku ini telah cukup bagi kalian. Kemudian tetaplah di rumah-rumah kalian! ( )

Sebagaimana pula firman Allah :

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا‎ ‎تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ‏‎ ‎الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى‎ ‎

“Dan hendaklah kalian tinggal di rumah-rumah kalian, dan janganlah berhias sebagaimana wanita-wanita jahiliyah terdahulu berhias.” (Al Ahzab: 33)

Hendaknya seorang wanita tetap tinggal di rumahnya dan berdakwah kepada siapa yang datang dari kalangan wanita. (Al As’ilah Al Indonisiah, malam Ahad 2 Ramadhon 1424 H)

Sumber: Fatwa-fatwa Syaikh Yahya Al Hajuri atas pertanyaan manca negara. Dicopy dari: http://www.thullabul-ilmiy.or.id/blog/?p=113

Lihat: http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/03/01/hukum-bepergian-bagi-perempuan-untuk-ceramah-dan-mengajar/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s