Larangan Menyantap Hidangan yang Masih Panas

Di antara perkara yang banyak dilalaikan oleh mayoritas orang yang justru dengan melalaikannya akan menyebabkan luputnya banyak barakah adalah memakan makanan atau minuman dalam keadaan sangat panas. Dan semestinya kita makan atau minum dalam keadaan dingin atau tidak terlalu panas. Asma’ bintu Abu Bakr radhiyallahu ‘anhuma apabila dibawakan tsarid kepada beliau, beliau menyuruh menutupnya sehingga hilang panasnya yang sangat dan asapnya. Dia berkata: “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Hal ini akan menyebabkan barakah lebih banyak.” [1]

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Makanan tidak boleh dimakan melainkan setelah hilang asap panasnya.” [2]

Sungguh para ulama telah mengecam orang-orang yang memakan makanan dalam keadaan yafur, yaitu mereka makan makanan dalam keadaan panas sekali dan dia tidak bersabar menunggu sampai dingin. Akibatnya, bila dia makan dalam keadaan panas akan terbakar mulutnya dan matanya menangis, yang terkadang menyebabkan dia mengeluarkan makanan tersebut dari dalam mulutnya atau dengan segera mengiringinya dengan meminum air dingin dikarenakan ususnya terbakar.

Pertanyaan: Ada beberapa minuman yang tidak diminum melainkan dalam keadaan panas seperti minum teh dan sebagainya, lalu bagaimana jalan keluarnya?

Jawabnya: Hendaknya dia menunggu sampai menghilang asap panasnya kemudian dia minum, walaupun dalam keadaan panas. Minumlah dengan tenang sambil menikmatinya. Wallahu a’lam.

____________________
[1] Dikeluarkan oleh Al-Imam Ad-Darimi, 2/100; Ibnu Hibban (no. 1344); Al-Imam Al-Hakim 4/118; Ibnu Abid Dunya di dalam kita Al-Ju’, 14/2 dan Al-Baihaqi, 7/280 dari jalan Qurrah bin Abdurrahman dari Ibnu Syihab, dari ‘Urwah bin Az-Zubair dari Asma’ bintu Abu Bakr, dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani di dalam kitab Silsilah Ahadits Ash-Shahihah no. 392 dan di dalam kitab Al-Irwa’ pada penjelasan hadits no. 1978.

[2] Dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Baihaqi, 7/280; dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani di dalam kitab Irwa’ no. 1978.

[Diambil dari Majalah Asy Syariah no. 18/II/1426 H/2005, hal. 55]

One response to “Larangan Menyantap Hidangan yang Masih Panas

  1. Ping balik: Korean Daily Life « i love my life

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s