Apa Hukum Ucapan: “Semoga Panjang Umur”?

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya: Apa hukum ungkapan, “Semoga Allah memanjangkan hidupmu”, “Mudah-mudahan umurmu panjang”?

Jawaban:

Tidak sepantasnya istilah “panjang hidup” dipakai. Karena, panjang hidup mungkin sebuah kebaikan dan mungkin juga sebuah keburukan. Sesungguhnya orang yang paling buruk adalah orang yang panjang umurnya dan jelek amalnya [1]. Karena itu, jika orang tersebut berkata, “Semoga Allah memanjangkan hidupmu dalam ketaatan kepada-Nya” atau yang seperti itu, hal itu tidak apa-apa.

Sumber: Ungkapan dan Pemahaman dalam Timbangan Syariah (Al-Manahil Lafzhiyah) karya Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin (penerjemah: Abu Zaid Resa Gunarsa) penerbit: Penerbit Al-Ilmu, hal. 6-7.

____________________
[1] Dikeluarkan At-Tirmidzi: 2330 dan yang lainnya dari Abu Bakrah dan ia berkata, hasan shahih. Dalam sanadnya ada nama Ali bin Zaid bin Jad’an dan ia dha’if. Dikeluarkan juga oleh Imam Ahmad (5/49), Hakim: 1/339 dari jalan lain yang jayyid dari Hasan dari Abu Bakrah. Hakim menshahihkan atas dasar termasuk syarat Muslim. Saya berkata, “Mendengarnya Hasan dari Abu Bakrah terjadi perselisihan, di antaranya ada yang mentafshil.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s