Menjual Pakaian Wanita dan Majalah Mode

Tanya: Apa hukum menjual pakaian wanita, khususnya yang bentuknya ketat dan pakaian dalam? Apakah orang tersebut berdosa bila wanita tersebut memakai pakaian demikian untuk bepergian (dan berbaur dengan banyak orang)?

Jawab: Dibolehkan menjual pakaian wanita yang sesuai dengan syariat dan dilarang menjual pakaian wanita yang tidak sesuai demgan syariat, seperti pakaian yang menyerupai pakaian orang kafir. Karenanya tidak boleh menjual pakaian wanita yang demikian karena termasuk perbuatan dosa dan pelanggaran syariat.

[Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah lil-Buhuts Al-‘Ilmiyyah wak Ifta – jilid 13 halaman 108, pertanyaan no. 1, Fatwa no. 18409]

Tanya: Apa pandangan syariat terhadap majalah mode, seperti Majalah Burda, dimana majalah-majalah tersebut dibuat untuk mencari keuntungan dengan menjual mode-mode pakaian dan aksesoris kaum wanita. Apa hukum mengoleksi majalah tersebut dimana di dalamnya terdapat gambar-gambar wanita?

Jawab:

Tidak diragukan bahwa membeli majalah yang semata di dalamnya terdapat gambar (makhluk hidup) saja sudah tidak boleh (haram), karena memiliki gambar-gambar adalah dilarang. Hal ini berdasar sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat gambar (makhluk hidup).”

Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melihat sebuah gambar di alas tidur ‘Aisyah, beliau berdiri dan tidak jadi masuk kamar. Tergambar rasa tidak suka di wajah beliau.

Majalah mode itu harus diperiksa apakah di dalamnya berisi gambar-gambar pakaian wanita yang tidak dibolehkan. Gambar-gambar mode pakaian itu kemungkinan adalah yang memperlihatkan bagian tubuh wanita, mode pakaian yang ketat, atau yang lainnya. Mode pakaian itu juga dimungkinkan merupakan pakaiannya orang-orang kafir yang menjadi ciri khas mereka. Padahal meniru cara-cara hidup orang kafir adalah dilarang, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka.”

Saya nasehatkan kepada saudaraku sesama muslim secara umum dan khususnya kepada kaum muslimah agar menjauhi mode-mode pakaian itu, baik karena hal tersebut merupakan perbuatan tasyabbuh maupun karena memang seorang wanita diharuskan menutupi bagian tubuhnya (secara sempurna). Jika seorang wanita mengikuti setiap mode pakaian baru, pada akhirnya mode pakaian kita yang diatur oleh agama, lama-kelamaan akan berubah menjadi mode pakaian yang diambil dari orang-orang kafir.

[Asy-Syaikh Ibn ‘Utsaimin – http://www.fatwaonline.com]

Seorang wanita bertanya: Apa hukum membeli majalah yang di dalamnya terdapat gambar wanita dengan tujuan untuk mencari mode pakaian yang pas yang mencocoki syariat dan membuang yang menyelisihi syariat?

Jawab:

Tidak boleh bagi kamu membeli majalah-majalah tersebut karena di dalamnya terdapat banyak gambar mode pakaian dimana hal ini bisa memunculkan fitnah dan perbuatan itu juga merupakan promosi (mendukung) makin tersebarnya majalah yang membahayakan tersebut. Cukup bagi kamu dengan mode pakaian yang ada di daerahmu (yakni pakaian di dalam rumah), sepanjang hal itu sesuai dengan aturan syariat.

Hanya Allah tempat memohon keselamatan. Semoga shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarganya, dan kepada para pengikutnya.

[Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah lil-Buhuts Al-‘Ilmiyyah wak Ifta – jilid 13 halaman 75, pertanyaan no. 1 Fatwa no. 7321]

(www.fatwaonline.com)

Sumber: Fatwa-fatwa Kontemporer Ulama Ahlus Sunnah (edisi revisi) oleh Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz dan lain-lain. Editor: Muhammad Fathoni dan Abu Hanifah Roni, penerbit: Qaulan Karima, Purwokerto. Hal. 188 dan 193-195.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s