Mendoakan Kejelekan untuk Anak yang Durhaka

Pertanyaan: Mendoakan kejelekan untuk anak yang durhaka, apakah diperbolehkan?

Jawaban:

Sebagian mereka, dikatakan kepadanya, “Janganlah engkau mendoakan kejelekan untuk anakmu.” Lalu dia mengatakan, “Anakku telah bermaksiat dan mendurhakaiku, oleh karena itu saya mendoakan kejelekan untuknya karena dia durhaka.”

Doa seperti ini, walaupun terhadap anak yang durhaka, maka tetap tidak diperbolehkan, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Janganlah mendoakan kejelekan untuk anak-anak kalian, keturunan, dan harta-harta kalian. Karena tidaklah ucapan mereka itu mencocoki waktu (maqbulnya doa) melainkan akan dikabulkan.”

Maka ini adalah larangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari mendoakan kejelekan untuk mereka. Bahkan sepatutnya untuk mendoakan kebaikan untuk mereka, sebagaimana yang telah lalu dari penyebutan sebagian dalil, tentang doa kebaikan para nabi untuk anak-anak mereka. Di antaranya adalah Nuh ‘alaihishalatu wassalam tidaklah beliau mendoakan kejelekan untuk anaknya, meskipun anaknya berbuat maksiat. Tidaklah beliau mendoakan kejelekan padanya bahkah beliau membiarkannya dan menyerahkan urusannya kepada Allah Azza wa Jalla.

Demikian sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Tiga doa yang mustajabah (dikabulkan), di antaranya, “Doa orang tua kepada anaknya.” Maka hendaklah engkau pergunakan waktu dikabulkannya doa (kebaikan), semoga Allah mengabulkan doamu sehingga menyenangkan dirimu dengan ketaatan anakmu. Dan engkau akan bisa mengambil manfaat dari doa kebaikan tersebut. Maka hati manusia berada di antara dua jemari Ar Rahman, yang mana Dia membolak-balikkan sekehendaknya. Kepala-kepala hamba berada di tangan Allah. Anakmu yang durhaka ini, kepalanya di tangan Allah. Maka berendah dirilah engkau kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar Dia memberi hidayah kepadanya. Semoga Allah mengabulkan sebagian doa-doamu,

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al Baqarah: 186)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

“Berdoalah kepada Rabb-mu dengan berendah diri dan suara yang lembut.” (Al A’raaf: 55)

Allah juga berfirman,

“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya.” (An Naml: 62)

Maka berendah dirilah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan berdoalah kepada-Nya. Janganlah merasa putus asa dari rahmat Allah,

“Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (Yusuf: 87)

Alhamdulillah…

Diambil dari buku: Anak Amanah Ilahi karya Asy Syaikh Yahya bin Ali Al Hajuri (penerjemah: Abu Abdurrahman Abdul Aziz As Salafy dan Ummu Abdurrahman), diterbitkan oleh Penerbit Al-Husna bekerjasama dengan Al Fath Media, hal. 95-98.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s