Meringankan Shalat ketika Anak Menangis

Pertanyaan: Di dalam Ash Shahih dari hadits Abu Qatadah, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam meringankan shalatnya, manakala mendengar tangisan anak kecil. Apa sebab peringanan tersebut?

Jawaban:

Sebabnya adalah belas kasihan dan pemeliharaan terhadap anak-anak, terlebih lagi bila seseorang shalat sementara anaknya menangis. Dan ini bukanlah suatu hukum yang dikhususkan untuk seorang saja, bahkan kepada seluruh umat. Apabila seseorang mendengar tangisan bayi, maka hendaklah dia meringankan. Maka terkadang ayahnya akan tersibukkan. Demikian pula ibunya apabila dia shalat, maka dia akan tersibukkan darinya. Sehingga hati itu tersibukkan lagi tidak khusyuk ketika shalat. Sebab (peringanan) tersebut disebutkan di dalam sebuah hadits, “Sebagai belas kasihan terhadap ibunya.”

Demikian juga, orang yang lain akan tersibukkan dari shalat mereka. Oleh karena itu hendaklah diringankan. Maka apabila seseorang hendak memanjangkan (shalat) dan dia telah berniat untuk memanjangkannya, namun sementara itu dia mendengar tangisan anak kecil. Hendaklah diringankan sebagaimana petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di dalam dua hadits ini dan selainnya.

Sumber: Anak Amanah Ilahi karya Asy Syaikh Yahya bin Ali Al Hajuri (penerjemah: Abu Abdurrahman Abdul Aziz As Salafy dan Ummu Abdurrahman), penerbit: Penerbit Al-Husna bekerja sama dengan Al Fath Media, hal. 92-93.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s